Langsung ke konten utama

MASCOT, WARNA DARI KOMUNITAS KAMI



 II.             MASKOT

Maskot

Spesies

Makna Nama (Sanskerta/Jawa Kuno)

Asal Ide & Tanggal Lahir

1. Baskara

Landak

Matahari, Pemberi Cahaya Terang, Bersinar.

Pencetus: Virel (Founder). Lahir: 15 November 2024.

2. Buana

Kelinci

Dunia, Jagat Raya, Bumi.

Pencetus: Thania (Owner). Lahir: 5 Oktober 2025.

3. Basantara

Kura-kura

Bahasa Perantara, Bahasa Pengantar, Lingua Franca.

Pencetus: (Disepakati bersama). Lahir: 5 Oktober 2025.

 

Komunitas Baswara Pramasastra (Bercahaya/Bersinar) diwakili oleh tiga maskot yang melambangkan tiga pilar utama dalam dunia kepenulisan: Cahaya Ide, Dunia Kreatif, dan Bahasa Perantara yang Teliti. Maskot pertama, Baskara sang Landak (lahir 15 November 2024), merefleksikan arti komunitas itu sendiri. Landak dipilih karena bulunya yang seperti sinar matahari (Baswara/Baskara), melambangkan ilmu dan ide yang mencerahkan. Baskara adalah representasi dari Staff STOIC, yang memberikan keberanian dan landasan teori yang tajam.

Selanjutnya, ada dua sahabat yang lahir bersamaan pada 5 Oktober 2025: Buana sang Kelinci dan Basantara sang Kura-kura. Buana (Dunia/Jagat Raya) melambangkan ruang eksplorasi dan kreativitas yang tak terbatas (Staff Sastra), memotivasi anggota untuk menjelajah semua genre dengan energi lincah. Sementara itu, Basantara (Bahasa Perantara/Lingua Franca) melambangkan fondasi bahasa dan ketelitian yang vital. Kura-kura yang bergerak sabar dan dilindungi cangkang kuatnya mewakili pentingnya revisi, ketelitian ejaan (Staff Sastra), dan penguasaan teknik agar karya dapat berfungsi sebagai perantara yang efektif kepada pembaca.

 Dengan trio ini, Baswara Pramasastra menargetkan pembentukan penulis yang Bersinar dalam Ide (Baskara), Berkreasi Seluas Dunia (Buana), dan Kuat dalam Bahasa (Basantara).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi

  "Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi" Nama Pemateri: Rinai Tanggal: 13 November 2025 Banyak org punya ide, tapi hanya sedikit yang menulis dan lebih sedikit lagi yang menyelesaikan tulisannya. Nah, dipertemuan kali ini khusus untuk kalian yg sering terjebak di kalimat pertama, supaya ide gak cuman jadi wacana di kepala. 1.       Menentukan Ide (anggaplah biji dari segala tulisan). Yup, ide itu kayak benih. Kecil, tapi bisa tumbuh jadi pohon besar kalo dirawat. Lantas, gimana sih cara nemuin ide? Gampang! Dari pengalaman pribadi (hal-hal yg bikin kamu mikir, marah, nangis, atau terharu), isu-isu sosial atau hal-hal yang viral (yang diperbincangkan orang-orang), dari pertanyaan-pertanyaan kecil (kenapa bisa begini? Kenapa bukan begitu?), dan bahkan dari imajinasi liar (yang kadang muncul pas lagi ngopi atau di kamar mandi). Tipsnya, tulis semua ide sekecil apapun di catatan. Apa aja. Karna kadang ide terbaik datang dari hal r...

Teknik Menentukan Tema, Judul, Kata Kunci, dan Diksi Puisi

 Teknik Menentukan Tema, Judul, Kata Kunci, dan Diksi Puisi Nama Pemateri: Rapika Tanggal: Kamis, 27 November 2025 A. Tema itu dasar dan gagasan utama si puisi yang pengen di sampe in. Ibarat awal pembangunan si emosional, nah jadi dia nih yang bikin arah teks mau dibawa kemana. Nah cara nentuin si tema itu ada loh tekniknya. 1. Coba deh tanya ke diri sendiri "mau dibawa emosi apa nih puisi?". Cinta kah, rindu, marah, kritik sosial, absurd, dan lainnya. 2. Sempit kan fokus lagi lebih spesifiknya misal cinta. Jadi "cinta yang terlambat tumbuh setelah kehilangan".  3. Jangan lupa cari angle yang unik, kalian bisa ambil dari isu biasa tapi kasih perspektif yang ga biasa. Misal ya, bukan cuman "kesedihan" Tapi "kesedihan yang dikurung dalam jam weker retak." Nah ada tips yang singkat nya nih. Semakin spesifik tema yg kalian tentuin maka, makin kuat dan si tema itu inti tapi bukan keseluruhan. B. Judul. Simpelnya dia si "pintu masuk" Ke pui...

Unsur Ekstrinsik: Aspek Historis, Psikologis, Filosofis, Religius, Biografi, dan Nilai

 "Unsur Ekstrinsik: Aspek Historis, Psikologis, Filosofis, Religius, Biografi, dan Nilai.". Nama Pemateri: Rinai Tanggal: Senin, 24 November 2025     Nah, pertama tentang "Unsur Ekstrinsik". Kemarin "In" sekarang "Eks" . Kalau unsur intrinsik itu adalah "benda-benda kosmik" nya, maka unsur ekstrinsik itu adalah "semesta" yang mengelilingi puisi. Dia nongkrong di luar teks, tapi sangat berpengaruh pada proses terciptanya puisi tersebut. Analogi lainnya nih: Kalo unsur intrinsik puisi adalah kopi, maka unsur ekstrinsik nya adalah cerita para pelanggan, emosi barista, sampai suasana kafe yang bikin kamu minum kopi sambil mikir mantan. Nah, unsur-unsur ekstrinsik itu ada beberapa yang perlu dipahami diantaranya: 1. Aspek historis. Aspek historis itu meliputi tentang "kapan puisi itu dibuat?", "Ada peristiwa apa sehingga puisi itu tercipta?". Misal puisi tahun 1965 pasti beda vibes dengan puisi era video Tikto...