Langsung ke konten utama

Pengenalan Dasar Kepenulisan

 

Pengenalan Dasar Kepenulisan : Ejaan, Diksi, Kalimat, dan Paragraf

 

Nama pemateri : Rinai (Firman)

Tanggal : 03 November 2025

Tema : Pengenalan Dasar Kepenulisan

 

1. Tahukah kamu  makna dari kepenulisan ?

Secara garis besarnya kepenulisan itu adalah keterampilan dasar yang penting dalam kehidupan akademik maupun profesional.

2. Setelah memahami makna "Tulisan", tentu kita akan bertemu dengan "Ejaan". Apa itu ejaan ?

Ejaan itu adalah aturan cara menulis kata dan tanda baca supaya tulisan kita bisa dibaca dan dipahami dengan benar. Ini tentu masuk ke dalam kaidah kepenulisan.

Contoh ejaan yang baik dan benar :

Dia pergi ke Jogja❌️

Dia pergi ke Yogyakarta✅️

Contoh : Tebaklah apa yang salah dari kalimat berikut.

"Aku suka nonton di bioskop CGV _mall_"

Jawaban : Gak ada titik di akhir kalimat, mall nya hrusnya jdi "Mal", dan "Nonton" itu kata informal harusnya "Menonton".

3. Apakah kalian tau diksi ?

Diksi itu pemilihan kata yang paling tepat dan indah. Misalnya, kalimat "Aku lapar banget", bisa kita ganti dengan "Aku kelaparan.." atau "Aku butuh makanan". Setiap pilihan diksi bisa menggambarkan kepribadain dan gaya penulis.

Sekarang, misalnya dalam kalimat "Dia sedih karena ditinggal". Kalian bisa mengganti kata "Sedih" dengan kata apa ?

Misalnya menggantinya dengan merenung, murung, sendu, ataupun muram.

4. Apa itu "Kalimat"?

Kalimat itu adalah kumpulan kata yang mengandung pikiran atau gagasan utuh. Singkatnya, saya menyebutnya "Rangkaian Kata yang Bernyawa".

Tentu kalimat itu harus yang efektif dong. Kalimat efektif itu hrus tepat, tidak bertele-tele, jelas alias mudah dipahami, logis alias masuk akal.

Sekarang ayo benarkan kalimat "kusut" berikut!

"Pergi dia ke sekolah tadi pagi karena bangun kesiangan".

Jawaban : "Tadi pagi dia pergi ke sekolah meskipun bangun kesiangan".

5. Point terakhir yaitu "Paragraf". Apa itu paragraf ? 

Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang membahas satu ide utama. Struktur paragraf terdiri atas "Kalimat utama, kalimat penjelas, kalimat penutup".

Kalimat utama adalah ide pokok.

Kalimat penjelas adalah contoh, data, dan alasannya.

Kalimat penutup adalah penegasan kembali.

Jenis-jenis paragraf ada Narasi (Cerita), Deskripsi (menggambarkan), Eksposisi (Menjelaskan), Argumentasi (meyakinkan), dan persuasi (Membujuk).

Setelah mengerti apa itu paragraf , struktur, dan jenisnya. Mari mencoba membuat sebuah paragraf, mulai dari kalimat :

"Media sosial punya pengaruh besar terhadap cara kita berkomunikasi".

Kesimpulannya, menulis itu bukan bakat, tapi latihan. Kuncinya ada di sini :

Ejaan bikin tulisanmu benar.       Diksi bikin tulisanmu indah.

Kalimat bikin tulisanmu hidup.    Paragraf bikin tulisanmu bermakna.

Dan yang paling penting, jangan takut salah. Karena tulisan yang salah bisa diperbaiki. Tapi tulisan yang tidak pernah dimulai tidak akan pernah menjadi karya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi

  "Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi" Nama Pemateri: Rinai Tanggal: 13 November 2025 Banyak org punya ide, tapi hanya sedikit yang menulis dan lebih sedikit lagi yang menyelesaikan tulisannya. Nah, dipertemuan kali ini khusus untuk kalian yg sering terjebak di kalimat pertama, supaya ide gak cuman jadi wacana di kepala. 1.       Menentukan Ide (anggaplah biji dari segala tulisan). Yup, ide itu kayak benih. Kecil, tapi bisa tumbuh jadi pohon besar kalo dirawat. Lantas, gimana sih cara nemuin ide? Gampang! Dari pengalaman pribadi (hal-hal yg bikin kamu mikir, marah, nangis, atau terharu), isu-isu sosial atau hal-hal yang viral (yang diperbincangkan orang-orang), dari pertanyaan-pertanyaan kecil (kenapa bisa begini? Kenapa bukan begitu?), dan bahkan dari imajinasi liar (yang kadang muncul pas lagi ngopi atau di kamar mandi). Tipsnya, tulis semua ide sekecil apapun di catatan. Apa aja. Karna kadang ide terbaik datang dari hal r...

Teknik Menentukan Tema, Judul, Kata Kunci, dan Diksi Puisi

 Teknik Menentukan Tema, Judul, Kata Kunci, dan Diksi Puisi Nama Pemateri: Rapika Tanggal: Kamis, 27 November 2025 A. Tema itu dasar dan gagasan utama si puisi yang pengen di sampe in. Ibarat awal pembangunan si emosional, nah jadi dia nih yang bikin arah teks mau dibawa kemana. Nah cara nentuin si tema itu ada loh tekniknya. 1. Coba deh tanya ke diri sendiri "mau dibawa emosi apa nih puisi?". Cinta kah, rindu, marah, kritik sosial, absurd, dan lainnya. 2. Sempit kan fokus lagi lebih spesifiknya misal cinta. Jadi "cinta yang terlambat tumbuh setelah kehilangan".  3. Jangan lupa cari angle yang unik, kalian bisa ambil dari isu biasa tapi kasih perspektif yang ga biasa. Misal ya, bukan cuman "kesedihan" Tapi "kesedihan yang dikurung dalam jam weker retak." Nah ada tips yang singkat nya nih. Semakin spesifik tema yg kalian tentuin maka, makin kuat dan si tema itu inti tapi bukan keseluruhan. B. Judul. Simpelnya dia si "pintu masuk" Ke pui...

Unsur Ekstrinsik: Aspek Historis, Psikologis, Filosofis, Religius, Biografi, dan Nilai

 "Unsur Ekstrinsik: Aspek Historis, Psikologis, Filosofis, Religius, Biografi, dan Nilai.". Nama Pemateri: Rinai Tanggal: Senin, 24 November 2025     Nah, pertama tentang "Unsur Ekstrinsik". Kemarin "In" sekarang "Eks" . Kalau unsur intrinsik itu adalah "benda-benda kosmik" nya, maka unsur ekstrinsik itu adalah "semesta" yang mengelilingi puisi. Dia nongkrong di luar teks, tapi sangat berpengaruh pada proses terciptanya puisi tersebut. Analogi lainnya nih: Kalo unsur intrinsik puisi adalah kopi, maka unsur ekstrinsik nya adalah cerita para pelanggan, emosi barista, sampai suasana kafe yang bikin kamu minum kopi sambil mikir mantan. Nah, unsur-unsur ekstrinsik itu ada beberapa yang perlu dipahami diantaranya: 1. Aspek historis. Aspek historis itu meliputi tentang "kapan puisi itu dibuat?", "Ada peristiwa apa sehingga puisi itu tercipta?". Misal puisi tahun 1965 pasti beda vibes dengan puisi era video Tikto...