Langsung ke konten utama

Sharing Pengembangan Diri - Serunya Journaling

 

Journaling

Nama : Bayu

Tanggal : 05 November 2025

Materi Pengembangan Diri (PENDIRI) yaitu seperti upgrade sistem Android di ponsel kita, biar kinerjanya makin cepat dan lancar. Sama kalau diterapkan pada diri kita, pengembangan diri itu ketika kita mengubah diri kita (bukan karena kita buruk) melainkan karena tau kalau diri kita layak mempunyai performance (kemampuan) yang lebih baik di masa depan. Karena perubahan yang baik itu bukanlah perubahan 50% melainkan perubahan 1% tapi terus tumbuh dan gerak setiap harinya. Seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pengelolaan waktu, dan sebagainya.

Apakah kamu pernah ngerasain stuck parah dan kepala rasanya penuh banget sama overthinking. Nah pas banget buat tema satu ini, namanya journaling. Saat kita merasa capek banget bahkan ngerasa hidup ini kayak hampa artinya kita butuh berhenti rehat sejenak salah satunya dengan menulis jurnal.

Tapi, ada yang tau ga sih sebenernya journaling itu apa?

Journaling itu adalah media atau sarana untuk kita bisa istirahat sejenak dari dunia yang berisik. Dimana, kita bisa menikmati waktu kesendiriaan, tanpa khawatir diejek, direndahkan, ataupun di judge. Karena di situ hanya ada pikiran dan perasaan kita tanpa campur tangan siapapun.

Setelah paham journaling itu apa, kita lanjut tentang mitos journaling yang dimana journaling itu harus aesthetic, harus malam, harus konsisten setiap hari, dan harus-harus lainnya yang intinya sempurna dalam tulisan. Dengan mitos tersebut membuat kita berpikir kembali untuk menulis jurnal padahal kenyataannya nggak apa-apa untuk nggak sempurna. Itu semua perasan kita yang dituangkan dalam tulisan toh bukan konsumsi publik yang seperti novel, sekarang balik deh pikirannya jurnal itu isinya khusus perasaan kita yang disampaikan tanpa perlu peduli harus ini dan itu.

Kira-kira apa sih manfaatnya journaling yang katanya harus ini dan itu?

«  Untuk baca pikiran, emosi dan tingkah laku kita sendiri—sehingga kita bisa mengevaluasi diri secara teratur.

«  Untuk media pelampiasan, jadi misal lagi marah, stres dan cemas, daripada banting barang, nonjok temen, bentak adek/kakak, mending journaling aja.

«  Mengubah pikiran yang ruwet dan numpuk jadi lebih ringan, dengan cara menjabarkan apa aja yang dipikirkan. Lalu pikiran yang penting, dicatat untuk nantinya dieksekusi (misalnya ada pikiran mau bikin konten atau karya, tapi masih pusing, simpen aja untuk ditindaklanjuti nanti).

«  Lebih kenal dan akrab sama diri sendiri, dengan menulis pertanyaan ke diri sendiri dan dijawab sendiri. Ini melatih kita untuk mencari tau, dan mengeksplorasi apa saja sih yang kita mau, apa yang kita inginkan dan apa yang menjadi bagian diri kita. Sehingga mengurangi potensi kebingungan atau kehilangan jati diri.

Nah, karena kita sudah memahami dari pengertian sampai manfaat journaling. Selanjutnya kita bahas mengenai metode/ teknik jurnaling. Ada 4 yang akan kita pahami, selebihnya bisa dicari oleh kalian sendiri ya.

1.      Gratitude Journaling (Jurnal Syukur)

Metode journaling ini fokusnya mencari hal-hal positif dari kehidupan kita dimana membantu untuk melatih rasa syukur dan ketenangan batin karena kita merasa bersyukur sekalipun kondisi kita lagi tidak baik-baik saja. Caranya dengan cukup fokus menulis 3-5 poin saja karena otak kita gampang capek, lebih baik 3 poin tapi kerasa deep, daripada 20 poin tapi asal-asalan.

Contoh :

Aku masih punya hp, meski kentang tapi masih bisa bantu aku nugas, bantu aku bikin konten.

Aku masih punya motor, meskipun motor tua, tapi motor ini sampai sekarang udah bantu aku ke manapun: nganter ibu ke pasar, buat pergi kuliah, sampai sekarang aku udah lulus.

Aku masih punya orang tua meskipun mereka cerewet. Meski begitu, mereka selama ini sayang sama aku, mereka peduli dengan hidupku sekalipun itu hal kecil, seperti disuruh makan atau dilarang begadang.

Ingat, kuncinya bukan 'Aku punya motor, aku punya HP, dan lain-lain' tapi 'Motor, HP (benda) ini memungkinkan aku melakukan [Fungsi/Kebaikan]'. Fokus pada fungsi barang atau orang itu di hidup kita. Ini yang mengaktifkan rasa syukur di otak kita!

Kalau kalian merasa kok dunia ini ga adil ya, coba deh lakukan metode ini malam hari sebelum tidur. Ini akan membantu otak kita menutup hari dengan fokus pada hal positif dan kualitas tidur kita pun akan jauh lebih nyenyak karena batinnya tenang. Ini bukan hal wajih yang harus dilakukan tapi ampuh banget untuk bikin perasaan tenang.

2.      Habit Tracking Journal (Pelacak Kebiasaan)

Metode journaling yang fokusnya untuk menerapkan kebiasaan kecil secara konsisten. Seperti prinsip 1% setiap hari lebih baik, daripada 50% tapi stuck. Jadi metode ini melatih kita buat disiplin dan konsisten terhadap apapun yang ingin dilakukan misalnya nulis cerita, gambar, baca buku, bikin konten, dan olahraga. Prinsip konsisten ini nggak langsung menjamin kita sukses tapi bagaimana kita bisa menikmati perjalanan 1% itu dan bisa memperoleh banyak pengalaman sekaligus hal baru untuk bisa diterapkan kedepannya.

Memakai metode ini cuma butuh kita bikin 'rantai' visual, anggaplah lagi main game dan kita cuma perlu nyelesaikan Daily Quest hari ini. Yaitu, cukup bikin kerangka atau checklist sederhana tentang aktivitas kalian. Contohnya :

Aktivitas || Waktu/Tanggal || Keterangan

​A. Kolom Aktivitas: Masukkan 3-5 kebiasaan kecil yang mau dilacak (Contoh: Push up 10x, Minum Air 2 Liter, Baca 1 Bab, dan sebagainya).

​B. Baris Tanggal: Bikin barisan angka 1 sampai 30.

​C. Aksi Inti (The Mark): Setiap kita berhasil melakukan aktivitas itu, kasih centang (✅) atau diwarnain! D. (Keterangan): Kenapa kolom Keterangan itu penting? Karena kalau kita gagal (rantainya putus), kita bisa menulis di kolom itu: 'Gagal karena begadang nonton drama.' Ini namanya Failure Analysis. Kamu nggak menghukum diri, tapi sedang belajar dari kesalahan/pengalaman diri sendiri biar besok nggak masuk ke jurang yang sama.

3.      Brain Dump

Metode journaling yang fokusnya untuk mengeluarkan semua isi pikiran, tanpa harus diedit atau dikarang. Keluarkan semua pikiran entah itu buruk, overthinking, benci, kesal dan sebagainya. Manfaatnya tentu biar pikiran jadi lebih lega, juga membantu mengatasi kebuntuan emosional. Nah, ini kayak _bersihin cache atau RAM di otak kita. Kalau RAM penuh, kan loading jadi lemot dan sering hang/ngelag (alias overthinking)_

Caranya tentu simpel luapin aja perasaan dan emosi apapun, tulis aja tanpa berhenti sampai kita puas. Terus boleh juga ditulisan itu dikasih coretan ruwet, gambar abstrak, atau bahkan nangis di kertas itu. Karena coretan ruwet itu menggambarkan dan mengeluarkan energi dari pikira kita yang lagi nggak jelas, penuh, dan ruwet. Mengeluarkan kekacauan melalui kertas itu bikin otak mikir lebih teratur lagi.

Jadi, coba ya malam ini sebelum tidur sediakan 5 menit. Bukan buat scrolling, tapi buat Brain Dump. Nggak usah rapi, kertasnya robek juga nggak apa-apa. Yang penting BUANG karena dump : Membuang pikiran. Bukan berarti nggak mikir ya, tapi kurangi beban. Ya, seperti tulis aja apa pun pikiran dan perasaan tanpa direkayasa.

4.      Future Self Journal (Journaling Masa Depan)

Ini tu kayak mesin waktu yang mental dimana kita pura-pura 'melompat' ke masa depan sebentar, terus nulis dari sana. "Bayangin gini, diri kita yang sekarang sama  masa depan itu kayak berdiri di dua tebing yang berjauhan dan ditengahnya ada jurang. Tugas Future Self Journaling itu membangun jembatan yang kokoh antara dua tebing itu."

Jadi, kita menulis bukan kayak lagi halu atau mimpi, tapi kita nulis seolah-olah jembatannya udah jadi. Kemudian kita udah sampai di tebing seberang (masa depan), terus kita kirim surat ke diri  yang masih di tebing sini (masa kini). Intinya, kita mempercepat proses adaptasi biar nggak kaget pas sampai di masa depan yang kita inginkan. Nah, kalau jembatan ini mau cepat jadi, kamu harus tahu apa langkah konkret yang harus dikerjakan hari ini. Ini dia 4 langkah praktisnya:

​1. Tentukan Tanggal Janjian

​Intinya: Biar otak kita tahu kapan harus kerja keras.

Oke, kamu mau ketemuan sama versi terbaik dirimu kapan? Enam bulan lagi? Atau setahun dari sekarang? Coba tulis tanggal pastinya di jurnalmu. Misalnya: '15 Mei 2025.' Ini biar Diri Masa depanmu punya deadline untuk beraksi. Anggap aja kamu lagi bikin janji kencan sama partner bisnis paling penting, alias diri sendiri.

​2. Kirim Surat PHK ke Diri Lama (Ketikan Diri Lama)

​Intinya: Jelasin ke Diri Masa Depan, apa aja yang udah kamu buang sekarang.

"Sekarang, kita harus berani 'putus' sama 3 kebiasaan toxic yang bikin stuck. Coba jujur, apa yang paling sering bikin kamu salah fokus atau overthinking?

​Contohnya: selalu bilang 'iya' ke semua orang (padahal capek), atau khawatir banget sama omongan orang.

Tulis aja: 'Hei, [Namamu] yang 1 Tahun Lalu, makasih sudah jadi guru. Tapi mulai hari ini, kamu aku pecat! Aku udah gak mau lagi punya sifat [A], [B], dan [C] ini (sebutin aja sifat buruk itu) Ini penting, biar Diri Masa Depan nggak terbebani sama sampah mental di masa lalu."

​3. Visualisasi 4D (Tulis dengan Panca Indra)

​Intinya: Bikin Future Self kamu terasa nyata, bukan cuma angan-angan kosong.

Ini bagian paling menarik! Kamu harus deskripsikan Diri Masa Depan seolah-olah kamu sudah jadi dia sekarang. Jangan cuma bilang 'aku sukses,' itu kaku banget!

​Coba detailkan pakai 5 indra:

Aroma: Gimana bau ruangan kerja) kamu yang baru? (Mungkin bau kopi atau aroma lilin peppermint yang menenangkan?)

Suara: Apa yang kamu dengar di pagi hari? (Bukan suara notifikasi HP, tapi mungkin suara musik klasik atau burung di luar jendela, atau suara anak-anak? )

 Perasaan: Gimana perasaan kamu ketika bangun? (Bukan cemas, tapi ringan, siap, atau damai?)

​Semakin detail, semakin kuat sinyal yang kamu kirim ke otak bahwa identitas itu layak diperjuangkan.

​4. Kasih Nama Panggilan Keren (Beri Nama)

​Intinya: Biar Future Self kamu jadi karakter yang mudah dipanggil dan diperjuangkan.

"Terakhir, kasih nickname keren buat Diri Masa Depan. Biar kamu punya julukan baru yang bisa dingat ketika lagi down.

​Kalau mau lebih berani, kasih nama: 'Si [Namamu] Fearless.'

​Kalau mau lebih tenang: 'Si [Nama] Chill.'

Setiap kali kamu mau scrolling gak jelas, kamu bisa bilang: 'Eh, Si [Nama] Fearless nggak akan buang waktu di sini.' Ini bikin identitas itu jadi lebih nyata dan membantu kamu membuat keputusan hari ini."

Sederhananya self future journaling ini, semacam surat yang kita kirimkan ke diri sendiri, tapi seolah-olah itu diri kita di masa depan. Jadi, kita cerita kondisi diri kita saat ini ke diri kita masa depan.

Yuk coba tantang dirimu untuk journaling konsisten selama seminggu penuh dan rasakan manfaatnya.

1. Pilih salah satu dari 4 metode journaling yang dijelaskan

2. Buat journaling dengan metode yang kalian pilih (misal, Gratitude)

3. Lakuin aja selama 7 hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi

  "Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi" Nama Pemateri: Rinai Tanggal: 13 November 2025 Banyak org punya ide, tapi hanya sedikit yang menulis dan lebih sedikit lagi yang menyelesaikan tulisannya. Nah, dipertemuan kali ini khusus untuk kalian yg sering terjebak di kalimat pertama, supaya ide gak cuman jadi wacana di kepala. 1.       Menentukan Ide (anggaplah biji dari segala tulisan). Yup, ide itu kayak benih. Kecil, tapi bisa tumbuh jadi pohon besar kalo dirawat. Lantas, gimana sih cara nemuin ide? Gampang! Dari pengalaman pribadi (hal-hal yg bikin kamu mikir, marah, nangis, atau terharu), isu-isu sosial atau hal-hal yang viral (yang diperbincangkan orang-orang), dari pertanyaan-pertanyaan kecil (kenapa bisa begini? Kenapa bukan begitu?), dan bahkan dari imajinasi liar (yang kadang muncul pas lagi ngopi atau di kamar mandi). Tipsnya, tulis semua ide sekecil apapun di catatan. Apa aja. Karna kadang ide terbaik datang dari hal r...

Fun Learning! Menyelamatkan Makna Kalimat

  ✨PUNCTUATION RACE!✨ Misi: Menyelamatkan makna kalimat dengan tanda baca Nama pemateri: Melvi Tanggal: 08 November 2025 Cara mainnya adalah, aku akan kirim satu kalimat tanpa tanda baca sama sekali. Nahh, tugas kalian adalah menambahkan tanda baca yang benar dan sesuai makna, bisa pakai titik, koma, tanda tanya, tanda seru, kutip, dan lain-lain. Gunanya game ini adalah melatih ketepatan dalam menempatkan tanda baca kalian. Contohnya begini Kalimat: ayo kita makan nenek Jawaban yang benar: Ayo, kita makan, Nenek! Lihatkan apa bedanya, kalimat yang tanpa tanda baca bisa jadi berbahaya banget maknanya loh. Yuk coba soal nya dari 1-10 dengan masing-masing diberikan waktu 1 menit, untuk soal plotwist spesial dikasih waktu 2 menit nih. Kita latihan secara mandiri dan jujur ya, jangan ngintip kunci jawaban dulu. 1.       Kalimat: hari ini aku belajar bersama teman teman dan guru baru kami sangat menyenangkan 2.     ...

Game Seru 4 Kata Larangan ( Aktivitas Class Sastra)

  🌟 GAME FUN LEARNING : 4 KATA TERLARANG” 🌟 Nama pemateri : Melvi Tanggal : 04 November 2025 Game ini adalah permainan yg mengasah kemampuan kita dalam kemampuan menulis dan menggali emosi tokoh. Bertujuan, agar kita bisa belajar menulis emosi tanpa harus menyebutkan kata emosinya secara langsung. Alias, biar tulisannya lebih “hidup” dan bikin pembaca ikut ngerasain emosinya. Game ini memiliki peraturan, yang dimana akan diberikan satu tema cerita, lalu silahkan tulis 1 paragraf pendek (5-6 kalimat) tentang tema tersebut. Namun tantangannya jangan memakai 4 kata terlarang yang ditulis di paragraf kalian. ✨ Tema: “Ketika marah berubah jadi rindu” 🚫 Kata terlarang: 1. Marah 2. Rindu 3. Sedih 4. Bahagia Adapun untuk contohnya begini : Ia menutup pintu dengan keras, tapi tangannya gemetar. Malam itu ia menatap ponselnya berulang kali, berharap satu notifikasi saja muncul. Tapi layar tetap kosong. Di luar, hujan turun deras—dan entah kenapa, hatinya ikut bas...