Langsung ke konten utama

STOIC PROGRAM UTAMA KOMUNITAS

 

I.               STOIC

Akronim

Nama Elemen

Fokus Utama

Program Utama

Aktivitas Kunci

S

Sastra

Fondasi dan Disiplin Menulis

Creative Writing (Jurnal Menulis)

Menulis bersama (prompt 2 minggu sekali), bimbingan langsung.

T

Tulisan

Praktik Publikasi dan Proses

Bengkel Kirim Karya

Menyunting, mendiskusikan, dan mempersiapkan karya untuk dikirim ke media massa/platform komunitas.

O

Observasi

Analisis dan Refleksi Mendalam

Diskusi dan Bincang Karya

"Bedah Karya Penulis Tamu," analisis estetik dan filosofis.

I

Inisiatif

Kreativitas Spontan dan Mental

Aktivitas Tambahan Non-Monoton

Fun Sharing, Games, dan "Tantangan Menulis Cepat" (Flash Fiction).

C

Cara

Kolaborasi dan Jangkauan Eksternal

Kolaborasi dan Kompetisi Eksternal

Mengadakan event rutin dengan mitra luar (misalnya, "Kolaborasi Cerpen").


📖 Penjelasan Filosofi Program STOIC

STOIC adalah jantung dari metode pembelajaran Baswara Pramasastra Community, yang menggabungkan kedisiplinan ala Stoisisme dengan aplikasi praktis dalam dunia literasi.

Filosofi ini dimulai dari Sastra (S), di mana fokus ditekankan pada penguasaan dasar-dasar sastra dan pembentukan disiplin melalui program Creative Writing. Anggota diajak untuk konsisten dengan "jurnal menulis" berbasis prompt dua mingguan, sebuah praktik yang secara langsung mencerminkan konsep Stoic tentang kontrol diri dan konsistensi.

Tahap berikutnya adalah Tulisan (T). Setelah karya terbentuk di tahap Sastra, program Bengkel Kirim Karya menjadi wadah untuk menyunting dan mempersiapkannya untuk publikasi. Fokus utamanya adalah melatih mental penulis agar tidak terikat pada hasil (diterima atau ditolak media), melainkan menghargai proses dan upaya untuk terus berkarya—prinsip inti Stoic tentang membedakan apa yang bisa dikontrol dan apa yang tidak.

Observasi (O) menuntut refleksi mendalam, sejalan dengan prinsip Stoic. Melalui program Diskusi dan Bincang Karya, terutama sesi "Bedah Karya Penulis Tamu," anggota didorong untuk membaca, menganalisis, dan mengomentari karya dari sisi estetik maupun filosofis, sehingga memperluas pemahaman dan pandangan hidup mereka.

Inisiatif (I) mendorong anggota untuk bertindak dan berkreasi secara spontan. Melalui program "Fun Sharing," Games, dan Tantangan Menulis Cepat, komunitas mengasah keterampilan bertindak tanpa keraguan berlebihan, melatih mental untuk berani tampil dan menghasilkan karya dalam tekanan waktu singkat.

Puncaknya, Cara (C) adalah tahapan eksternal, fokus pada Kolaborasi dan Kompetisi untuk memperkenalkan komunitas ke dunia luar. Ini adalah cara Baswara Pramasastra memperluas dunia literasi dan membangun jejaring. Program ini, seperti event "Kolaborasi Cerpen" dengan komunitas eksternal, menjadi sarana untuk mengimplementasikan hasil dari empat tahap sebelumnya, sekaligus menjadi penutup dari siklus pembelajaran yang utuh dan berkelanjutan.



Padang, 17 November 2025

Thania

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi

  "Menentukan Ide, Konsep, Outline, Riset, dan Konsistensi" Nama Pemateri: Rinai Tanggal: 13 November 2025 Banyak org punya ide, tapi hanya sedikit yang menulis dan lebih sedikit lagi yang menyelesaikan tulisannya. Nah, dipertemuan kali ini khusus untuk kalian yg sering terjebak di kalimat pertama, supaya ide gak cuman jadi wacana di kepala. 1.       Menentukan Ide (anggaplah biji dari segala tulisan). Yup, ide itu kayak benih. Kecil, tapi bisa tumbuh jadi pohon besar kalo dirawat. Lantas, gimana sih cara nemuin ide? Gampang! Dari pengalaman pribadi (hal-hal yg bikin kamu mikir, marah, nangis, atau terharu), isu-isu sosial atau hal-hal yang viral (yang diperbincangkan orang-orang), dari pertanyaan-pertanyaan kecil (kenapa bisa begini? Kenapa bukan begitu?), dan bahkan dari imajinasi liar (yang kadang muncul pas lagi ngopi atau di kamar mandi). Tipsnya, tulis semua ide sekecil apapun di catatan. Apa aja. Karna kadang ide terbaik datang dari hal r...

Teknik Menentukan Tema, Judul, Kata Kunci, dan Diksi Puisi

 Teknik Menentukan Tema, Judul, Kata Kunci, dan Diksi Puisi Nama Pemateri: Rapika Tanggal: Kamis, 27 November 2025 A. Tema itu dasar dan gagasan utama si puisi yang pengen di sampe in. Ibarat awal pembangunan si emosional, nah jadi dia nih yang bikin arah teks mau dibawa kemana. Nah cara nentuin si tema itu ada loh tekniknya. 1. Coba deh tanya ke diri sendiri "mau dibawa emosi apa nih puisi?". Cinta kah, rindu, marah, kritik sosial, absurd, dan lainnya. 2. Sempit kan fokus lagi lebih spesifiknya misal cinta. Jadi "cinta yang terlambat tumbuh setelah kehilangan".  3. Jangan lupa cari angle yang unik, kalian bisa ambil dari isu biasa tapi kasih perspektif yang ga biasa. Misal ya, bukan cuman "kesedihan" Tapi "kesedihan yang dikurung dalam jam weker retak." Nah ada tips yang singkat nya nih. Semakin spesifik tema yg kalian tentuin maka, makin kuat dan si tema itu inti tapi bukan keseluruhan. B. Judul. Simpelnya dia si "pintu masuk" Ke pui...

Unsur Ekstrinsik: Aspek Historis, Psikologis, Filosofis, Religius, Biografi, dan Nilai

 "Unsur Ekstrinsik: Aspek Historis, Psikologis, Filosofis, Religius, Biografi, dan Nilai.". Nama Pemateri: Rinai Tanggal: Senin, 24 November 2025     Nah, pertama tentang "Unsur Ekstrinsik". Kemarin "In" sekarang "Eks" . Kalau unsur intrinsik itu adalah "benda-benda kosmik" nya, maka unsur ekstrinsik itu adalah "semesta" yang mengelilingi puisi. Dia nongkrong di luar teks, tapi sangat berpengaruh pada proses terciptanya puisi tersebut. Analogi lainnya nih: Kalo unsur intrinsik puisi adalah kopi, maka unsur ekstrinsik nya adalah cerita para pelanggan, emosi barista, sampai suasana kafe yang bikin kamu minum kopi sambil mikir mantan. Nah, unsur-unsur ekstrinsik itu ada beberapa yang perlu dipahami diantaranya: 1. Aspek historis. Aspek historis itu meliputi tentang "kapan puisi itu dibuat?", "Ada peristiwa apa sehingga puisi itu tercipta?". Misal puisi tahun 1965 pasti beda vibes dengan puisi era video Tikto...