"Tanda Baca, Kalimat Efektif,
dan Struktur Kalimat".
1.
Dari
"Tanda Baca". Ada yang bisa jelasin sesuai pemahaman sendiri, apa sih
tanda baca itu?
Nabila: tanda baca merupakan simbol yang digunakan
dalam kalimat seperti titik, koma, seru, tanya dan lain-lain
Fasya: Sesuatu yang gunanya untuk memudahkan manusia
dalam menulis dan berbahasa. Seperti intonasi, makna, dan syarat suatu kalimat
yang benar
Pika : Tanda buat berhentinya sebuah paragraf dalam
satu tarikan nafas ataupun memperlihatkan bahwa kalimat tersebut
bertanya/berseru tegas dan lain-lain.
Alifia: Tanda baca adalah simbol atau tanda dalam
tulisan yang digunakan untuk memisahkan kata, kalimat, atau menandai intonasi
serta makna tertentu.
Kaila: Kalau
kataku sih tanda baca suatu titik, seru dan lain sebagainya yang
menandai setiap kalimat agar mudah dipahami.
Mita: Tanda baca memudahkan untuk pembacaan dalam
intonasi atau mengekspresikan diri melalui tulisan
Aulia: tanda baca adalah simbol atau lambang dalam
tulisan yang digunakan untuk memperjelas struktur kalimat, menunjukkan jeda,
intonasi, atau maksud tertentu seperti pertanyaan, seruan, atau kutipan. Tanda
baca membantu pembaca memahami makna kalimat dengan lebih tepat, seperti
mengetahui di mana kalimat berakhir, bagian mana yang harus ditekankan, atau
kapan harus berhenti sejenak saat membaca.
Contoh tanda baca: titik (.), koma (,), tanda tanya
(?), tanda seru (!), dan tanda kutip (" ").
Ridho: Tanda baca. Tanda yang digunakan. Untuk
mengatur kalimat menjadi lebih indah
2.
Nah,
ada yang prnah denger tentang "struktur kalimat" ?
Pika: Urutan kalimat? Mungkin kalo struktur kan macem
aturan atau runtutan yang ada di dlm kalimat
Fasya: Apa ya. Di otakku isinya malah kaidah
kebahasaan sama EYD V
Ka Rinai (Literasi): Nah, bener. Susunan, aturan dalam
menyusun kalimat.
3.
Aku
bakal ngasih 1 kalimat kusut, kemudian ubah kalimat itu jadi kalimat efektif,
ya.
Contoh: Ke
pasar ibu belanja sayur-sayuran kemarin pagi pergi.
Fira: Kemarin pagi ibu belanja sayur ke pasar
Ibu belanja sayur kemarin pagi
Fasya: Ibu pergi belanja sayur-sayuran ke pasar
kemarin pagi.
Ibu pergi ke pasar belanja sayur-sayuran kemarin pagi.
Pika : Ibu pergi belanja sayur ke pasar kemarin pagi
Sam Sugi: Kemarin pagi Ibu pergi ke pasar belanja
sayuran.
Jawabannya : "Kemarin pagi, Ibu pergi ke pasar
untuk berbelanja sayur-sayuran."
Ingat! Kita operasi kalimat kusut, bukan menyusun
kalimat acak.
Sam Sugi: Sayur-mayur gak si kak?
Tadi mau aku tulis sayur-sayuran kayak mikir-mikir
Rinai : Sayur-sayuran, atau Sayur-mayur sama saja,
kak. Tapi,.lebih umum di pake adalah "Sayur-sayuran". Itu bukan
pemborosan kata kok. Sama konsepnya dengan "Buah-buahan"
Sesi QnA
« Fasya: Apa perbedaan tanda titik dua (:)
dan tanda titik koma (;) serta contohnya apa ka?
Setelah tanda titik dua diikuti kapital atau tidak?
Karena ada yg bilang perlu, ada yang bilang aturannya gak perlu kapital
Jawaban : Jadi, penggunaan tanda titik dua itu untuk
menunjukkan daftar. Misalnya, dalam ketikan chatku sebelumnya dalam
menuliskan poin-poin materi. Setelah tanda titik dua (:), aku masukin poin-poin
materinya berupa dengan simbol angka.
Kalau untuk titik koma sesuai fungsinya, memisahkan
kalimat yang sepadan atau dua kalimat yang berhubungan erat. Sebenarnya kedua
kalimat yg dimaksud bisa dipisah dengan titik, tapi karena maknanya masih
nyambung banget, jadi lebih halus kalo kita pake titik koma (;)
Contohnya :
"Dia rajin belajar; hasil ujian pun
memuaskan."
Nah, ini dua peristiwa yang saling berkaitan atau
sebab-akibat. Kalau kita pake titik dia bakal jadi :
"Dia rajin belajar. Hasil ujian pun
memuaskan."
Ini masih benar, tapi kesannya "terpotong".
Terus untuk pertanyaan soal bentuk hurufnya apakah
kapital atau non kapital setelah tanda titik dua (:) itu pada umumnya
menggunakan huruf non kapital (huruf kecil).
Contoh yg benar :
Saya membeli bahan makanan berikut: beras, telur, dan
minyak.
Tapi ada beberapa keadaan yang mengharuskan kita
menggunakan huruf kapital setelah titik dua (:) yaitu: jika kalimat tersebut
adalah kalimat baru atau kutipan langsung.
Contoh:
1. Ibu berpesan: "Jangan pulang terlalu
malam."
2. Saya hanya ingin mengatakan satu hal: Kita harus
berani memulai
« Mita: Saya masih bingung dengan penggunaan
tanda petik antara tanda petik dua dan tanda
petik 1 itu gimana ya
Jawaban : Nah, ini pertanyaan yang bagus banget. Tanda
petik dua itu kan fungsi utamanya adalah menandai kutipan langsung (ucapan
seseorang). Contohnya: Rani berkata, "Aku akan datang besok."
Selain itu bisa juga kita pake untuk menandai judul
karya dalam tulisan. Contohnya: Saya sedang membaca cerpen berjudul "Hujan
di bulan Juni".
Nah sekarang gimana dengan tanda petik satu (' '),
jadi fungsi utama tanda petik satu itu untuk menandai kutipan dalam kutipan.
Sederhananya, kalau di dalam ucapan seseorang ada ucapan orang lain lagi, maka
kita pake tanda petik satu (' ') di dalam tanda petik dua (" ").
Contohnya: Ibu berkata, "Tadi Rina bilang, 'Aku
sudah sampai rumah.' "
Jadi, petik dua adalah ucapan Ibu, petik satu adalah
ucapan Rina di dalam ucapan Ibu.
Selain itu, fungsi dari tanda petik satu (' ') juga
bisa dipake untuk menandai arti kata atau terjemahan. Misalnya: Kata liberty
berarti 'kebebasan'.
« Fasya: Tanda baca dalam tanda petik itu di
dalam atau di luar?
Contoh
"Saya suka paus".
Atau
"Saya suka paus."
Jawaban : Ada beberapa kondisi kak, jadi tergantung
kondisinya. Poinnya adalah: kalau tanda baca itu bagian dari kutipan (di dalam
tanda petik), maka tandanya berada di dalam karena merupakan bagian dari
kalimat yang dikutip. Nah, kalau tanda baca bukan bagian dari kutipan (di luar
tanda petik), maka dia berada di luar. Contohnya nih, yang tanda bacanya di
dalam:
Ibu berkata, "Hati-hati di jalan!"
Karena tanda seru nya masih bagian dari dialog, maka
tandanya berada di dalam. Beda lagi jika:
Aku suka lagu "Bintang Kejora".
Tanda titik berada di luar karena kutipannya cman
judul, bukan bagian kalimat lengkap dari dialog.
« Mita: Terimakasih atas penjelasan nya ka,
tapi untuk di akhir sebelum menutup kutipan di dalam kutipan untuk tanda petik
satu itu ada spasi dulu sebelum petik dua apa tidak usah ka?
Jawaban: Wajib ada spasi yaa, untuk memisahkan tanda
petiknya, supaya lebih terbaca.
« Fasya: Untuk penulisan judul buku, film,
komik, anime, dan sejenisnya, biasanya diapit tanda petik dua atau ditulis
miring (italic). Fungsinya sama-sama untuk menegaskan judul.
Tapi pernah lihat di media sosial, katanya seharusnya
pakai keduanya sekaligus. Yang benar bagaimana ya, Kak? Atau malah harusnya
tanda petik dua dan gak boleh italic?
Jawaban : Sesuai kaidah Bahasa Indonesia, judul karya
seperti buku, film, lagu, komik, anime, dan sebagainya bisa ditulis dengan dua
cara. Tapi, tergantung media penulisannya.
Kalau kamu nulisnya dalam teks biasa (tanpa
pemformatan miring), misalnya di surat, artikel, karya ilmiah, proposal,
skripsi, atau media tulis yang tidak bisa italic, maka gunakan tanda
petik dua (" ").
Kalau medianya mendukung format huruf miring misalnya
kayak: dokumen digital, ebook, atau buku yg diketik rapi di komputer maka tidak
perlu tanda petik, cukup italic aja.
Contoh yang pake tanda petik: Saya baru selesai
membaca cerpen "Hujan di Bulan Juni".
Contoh yang pake italic: Saya baru selesai
membaca cerpen Hujan di Bulan Juni
Jangan pake dua-duanya bersamaan, ini yang keliru. Di
sosmed tidak semua cara nulisnya benar dan sesuai kaidah. Menulis pake tanda
petik dan italic sekaligus sebenarnya tidak perlu, bahkan di anggap redundant
alias berlebihan.
Komentar
Posting Komentar